Nokia Asha 202 tidak dilengkapi dengan keypad QWERTY seperti Nokia Asha 302. Diluncurkan berbarengan, Nokia Asha 202 dan Nokia Asha 203 adalah dua tipe ponsel dengan bentuk serta spesifikasi umum yang sama. Perbedaan keduanya terletak pada kartu SIM yang bisa ditampung didalamnya.
Tidak hanya itu saja, Nokia Asha 202 juga memiliki kemampuan easy swap untuk kemudahan berganti kartu kedua dan mampu menyimpan personalisasi sampai dengan 5 simcard di dalamnya yang menjadikan ponsel ini rekomendasi untuk penggunaan ponsel bersama.
Touch Type
Pengalaman membuka berbagai halaman dan menu di Nokia Asha 202 cukup menyenangkan dan tidak ditemukan kendala yang berarti. Perpindahan halaman lancar tanpa lag. Layarnya cukup respon dalam menerima sentuhan, dan ketukan jari.
Meski pada kotak penjualannya Asha 202 mencantumkan gratis 40 games, akan tetapi Anda tetap harus mendownload terlebih dahulu di Nokia Store. Menyasar target pemuladengan membenamkan bonus menarik yaitu menyediakan sekitar 40 game bawaan keluaran EA (Electronic Arts).
Data: GPRS Class 12 (4+1/3+2/2+3/1+4 slots), 32 – 48 kbps; EDGE Class 12;Browser: WAP 2.0/xHTML, HTML, Adobe Flash Lite; Koneksi: Bluetooth v2.1 with A2DP, EDR; microUSB v2.0
Untuk masuk ke browser, seperti hampir semua ponsel Nokia memiliki browser bawaan yakni Nokia Browser. Proses membuka halaman situs berjalan dengan mulus dan cepat.Anda cukup add address di boomark di Nokia Browser, dan terdapat pilihan SIM yang akan digunakan, apakah SIM 1 atau SIM 2.
Ponsel murah meriah ini dilengkapi kemampuan dual GSM on. Saat diuji coba melakukan panggilan melalui SIM 1, dan SIM 2 dikontak tidak tersambung, alias tidak dual stand by. Saat Anda ingin melakukan panggilan dan browsing, Anda akan disodorkan opsi SIM. Selain itu, terdapat hotswap yang ditujukan untuk mempermudah aktivitas pengguna yang sering berganti SIM.
Kamera Utama : 2 MP, 1600×1200 pixels;WB, grid, self timer, landscape, setting size, photo preview, photo title, organize; Video :176×144@15fps; MP4/H.264/H.263/WMV player
Perihal mengabadikan momen, Nokia Asha 202 dilengkapi dengan kamera 2MP (1600×1200 piksel), dan beragam settingan pun ditambatkan di dalamnya. Tidak terdapat shutter button di ponsel ini, Anda hanya mengandalkan virtual shutter button. Kualitas jepretan indoor dan outdoor-nya cukup detail dan tajam, terutama saat menjepret objek luar ruang. Hasil foto dapat diatur dalam album foto dan timeline.
Audio
Stereo FM radio with RDS, FM recording; MP3/WAV/WMA/eAAC+ player
Kualitas audio playernya saat memutar beragam genre lagu cukup mumpuni dan kuat. Suara yang disemburkan tidak pecah. Tampilan audio playernya menampilkan album art, audio panel, judul dan nama artis. Sebagai alternatif, terdapat FM Radio yang didukung oleh RDS System dan FM Recording, yang dimana Anda dapat dengan mudah merekam lagu yangsedang on air di radio, dan file-nya disimpan dalam format amr. Tekan tombol merah di tengah panel radio, untuk memulai perekaman.
Kesimpulan
Kehadiran ponsel-ponsel kelas entry level yang gencar diluncurkan Nokia, sekiranya menjadi pilihan tersendiri bagi masyarakat yang membutuhkan pilihan ponsel dengan harga lebih terjangkau. Fitur game, touch type, dan dual GSM on menjadi daya tarik tersendiri bagi vendor Finlandia ini. Untuk vendor ternama, memang belum banyak yang mengemas fitur dan desain sejenis dengan harga murah. Namun, Nokia Asha 202 memiliki pesaing di kelas lokal yang sudah banyak mengeluarkan ponsel sejenis. (Nariswari)
• Kinerja CPU dan browser stabil untuk internetan
• Touch type
• Harga terjangkau
• Kualitas audio dan kamera tajam
• Hotswap
• Dual GSM
• Layar sempit, kurang leluasa dalam operasional layar sentuh
• Keypad alfanumerik licin
• Tidak terdapat WiFi
• Bonus game harus download sendiri


